SINJAI, PUNGGAWANEWS – Dusun Batu Massompo, Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, kini punya tiga jembatan baru yang resmi dibuka untuk umum pada Kamis, 29 Oktober 2026. Peresmian itu bukan sekadar seremonial, melainkan penanda nyata bahwa ribuan warga di kawasan pedalaman Sinjai akhirnya mendapatkan akses yang selama ini mereka tunggu.

Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif dan Komandan Distrik Militer 1424/Sinjai, Letkol Arm Arif Hartanto, memimpin langsung prosesi peresmian. Keduanya menandatangani prasasti dan memotong pita disaksikan unsur Forkopimcam, pemerintah desa, serta warga yang hadir menyaksikan momen bersejarah bagi kampung mereka.

Ketiga jembatan yang diresmikan itu masing-masing memiliki fungsi dan ukuran berbeda. Jembatan Perintis Garuda Aramco membentang sepanjang 10 meter dengan lebar 5 meter, Jembatan Perintis Garuda Beton berukuran 10 meter panjang dan 4 meter lebar, serta sebuah jembatan dekker sepanjang 5 meter dengan lebar 1 meter. Ketiganya menjadi penghubung vital yang mempersingkat jarak antara Kecamatan Sinjai Borong dan Kecamatan Sinjai Barat lewat jalur alternatif yang melewati Desa Barambang.

Dua dari tiga jembatan itu, yakni Jembatan Perintis Garuda Aramco dan Jembatan Perintis Garuda Beton, merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sementara jembatan dekker dibangun atas sumbangan pribadi Dandim 1424/Sinjai, Letkol Arm Arif Hartanto, yang tergerak melihat kebutuhan warga, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus melewati jalur itu.

Ratnawati menyebut pembangunan tiga jembatan ini sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil. Ia menekankan bahwa konektivitas bukan hanya soal kemudahan jalan, tetapi soal membuka peluang yang lebih luas bagi seluruh lapisan warga.

“Jembatan ini bukan hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperlancar hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ratnawati dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatiannya terhadap infrastruktur di Kabupaten Sinjai. Menurutnya, bantuan ini membuktikan bahwa pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap kebutuhan daerah yang selama ini belum terjangkau pembangunan secara merata.

Bagi warga Desa Barambang, tiga jembatan itu bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang lama tak terpenuhi. Kepala Desa Barambang, Bohari, mengakui betapa berartinya infrastruktur ini bagi kehidupan sehari-hari warganya. Jalur yang sebelumnya sulit dilintasi kini bisa dilalui kendaraan, membuka akses ke pasar, ke sekolah, dan ke pusat kecamatan.

Bohari secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 1424/Sinjai yang turut berkontribusi dalam proses pembangunan. Keterlibatan TNI dalam proyek infrastruktur seperti ini, menurutnya, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa yang memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya.

Dari sisi militer, Letkol Arm Arif Hartanto menjelaskan bahwa pembangunan ketiga jembatan ini dimulai sejak April 2026 dengan semangat gotong royong. Proses pengerjaannya melibatkan partisipasi aktif warga setempat, menjadikan proyek ini bukan hanya soal beton dan besi, melainkan tentang kebersamaan dan kepedulian.

Ia berharap keberadaan jembatan itu mampu menggerakkan roda perekonomian warga, mempermudah distribusi hasil bumi, serta memberi kemudahan bagi para pelajar yang setiap pagi harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah. Bagi anak-anak di Dusun Batu Massompo, jembatan baru itu bisa berarti tak perlu lagi memutar jalan jauh atau menyeberang di jalur yang berbahaya.

Secara geografis, posisi Desa Barambang di Kecamatan Sinjai Borong menempatkannya sebagai titik penting yang menghubungkan dua kecamatan. Jalur alternatif yang melewati desa ini selama ini kurang memadai karena infrastruktur jembatan yang tidak layak. Dengan selesainya ketiga jembatan baru ini, arus barang dan manusia antara Sinjai Borong dan Sinjai Barat kini bisa mengalir lebih lancar.

Hasil pertanian dan perkebunan warga yang selama ini kesulitan dibawa ke pasar kini memiliki jalur distribusi yang lebih efisien. Para pedagang kecil, petani, dan pelaku usaha lokal diharapkan segera merasakan dampak positif dari terbukanya akses jalan ini.

Peresmian ini juga menjadi sinyal positif bagi daerah-daerah lain di Kabupaten Sinjai yang masih menunggu giliran mendapatkan perhatian serupa. Ratnawati berharap masyarakat ikut berperan menjaga infrastruktur yang sudah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang, bukan hanya oleh generasi sekarang, tetapi juga oleh anak cucu mereka kelak.



Follow Widget