Selanjutnya, PO Box 1708 dibuka khusus untuk mitra dan yayasan yang bermitra dengan program MBG. Sudaryono mengakui bahwa ketegangan antara SPPI dan mitra dapur kerap terjadi di lapangan. Ia mencontohkan, ada manajer dapur yang meminta bagian dari mitra, atau sebaliknya, mitra yang menekan manajer dapur demi mengejar keuntungan lebih besar.

“Silakan adukan ke PO Box ini. Saya yang langsung mengelola PO Box ini sebagai kepala lembaga,” ujar Sudaryono. Ia menegaskan bahwa setiap pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti, termasuk melalui mediasi jika ada konflik yang perlu diselesaikan agar program dapat berjalan lancar.

PO Box ketiga adalah PO Box 450, yang diperuntukkan sebagai saluran pengaduan masyarakat umum atau Dumas (Pengaduan Masyarakat). Saluran ini terbuka untuk siapa saja, termasuk warga yang merasa enggan mengungkap identitasnya. BGN, kata Sudaryono, tetap akan menerima dan menindaklanjuti laporan anonim sekalipun.

Pesan Sudaryono kepada masyarakat pun tergolong tegas dan langsung: jika menemukan sesuatu yang mencurigakan atau tidak beres dalam pelaksanaan MBG, jangan diam. Foto dan laporkan. Ia menyampaikan hal itu dengan nada yang mengajak, bukan sekadar formalitas birokratis.

Langkah membuka tiga PO Box ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk memperluas dan memperkuat kanal pengaduan yang sudah ada sebelumnya. Sudaryono mengungkapkan bahwa sebelum menjabat sebagai kepala BGN pun, ia sudah memiliki situs web pribadi yang menampung laporan dari masyarakat.



Follow Widget