Faktor eksternal juga memainkan peran besar. Ketegangan global, gangguan rantai pasok, serta ketergantungan pada impor membuat harga barang dan jasa mulai merangkak naik, terutama pasca-penyesuaian harga BBM pada awal Mei 2026.

Dalam situasi seperti ini, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah Indonesia gelap atau terang, melainkan bagaimana masyarakat bisa bertahan—bahkan berkembang—di tengah ketidakpastian.

Strategi bertahan menjadi krusial. Diversifikasi aset menjadi salah satu langkah yang banyak disarankan, termasuk investasi pada logam mulia seperti emas dan perak yang relatif stabil terhadap gejolak ekonomi. Selain itu, kepemilikan aset riil seperti tanah dan properti dinilai lebih aman dibanding aset spekulatif.

Ketergantungan terhadap produk impor juga menjadi perhatian. Membangun ekosistem ekonomi berbasis lokal dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan nasional. Produksi dalam negeri yang kuat akan mengurangi dampak fluktuasi global terhadap ekonomi domestik.