PUNGGAWANEWS — Ia pernah merasakan punggungnya dipanggang di atas bara api membara hingga lemak tubuhnya meleleh dan memadamkan nyala api itu sendiri. Namun di penghujung hidupnya, lelaki itu justru menangis histeris bukan karena rasa sakit, melainkan karena ketakutan menyaksikan tumpukan harta yang memenuhi sudut-sudut rumahnya.

Itulah paradoks luar biasa yang menyelimuti perjalanan hidup Khabab bin Al-Arad, manusia keenam yang tercatat dalam sejarah sebagai pemeluk Islam pertama di muka bumi.

Dari Najd ke Pasar Budak Mekah

Khabab bukan putra asli Mekah. Ia lahir dari kabilah terhormat di Najd, kawasan pedalaman Jazirah Arab. Nasib buruk menghampirinya di masa kecil ketika sekelompok perampok menyerang dan menculiknya, lalu menjualnya di pasar budak Mekah. Ia kemudian jatuh ke tangan Ummu Anmar binti Saba dari Bani Khuzaah.

Di tangan majikan itulah Khabab tumbuh menjadi seorang pandai besi yang sangat terampil. Pedang-pedang buatannya menjadi incaran para pembesar Quraisy. Namun meski tangannya mampu menciptakan senjata berharga tinggi, tubuh dan jiwanya bukan miliknya sendiri.



Follow Widget