Kembali ke soal hadiah — KDM menawarkan uang apresiasi sebesar satu juta rupiah kepada para driver. Tapi kelima driver itu kompak menolak. Alasan mereka sederhana namun kuat: mereka tidak merasa tindakan mereka memenuhi syarat sayembara yang pernah diumumkan KDM sebelumnya. Mereka bertindak bukan demi hadiah, tapi karena kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
KDM pun mengklarifikasi duduk perkaranya. Ia menyebut bahwa uang yang ia tawarkan bukan bagian dari sayembara, melainkan apresiasi pribadi sebagai gubernur kepada warga yang berani bertindak. “Ini bukan uang sayembara. Ini ucapan terima kasih saya sebagai gubernur kepada warga yang punya keberanian mengamankan lingkungannya,” ujarnya.
Meski demikian, para driver tetap bersikukuh menolak. Mereka merasa tidak enak menerima uang yang dianggap publik sebagai hadiah sayembara, sementara niat awal mereka murni karena kepedulian sosial. Sikap ini justru mendapat pujian dari KDM yang menyebut ketulusan mereka sebagai nilai yang langka di zaman sekarang.
Dalam kesempatan itu, KDM juga menegaskan visinya untuk Jawa Barat: bebas dari preman, geng motor, pelaku penjambretan, pencopetan, dan segala bentuk pelecehan di jalan raya. Ia menyebut ojek online sebagai mitra keamanan kepolisian karena keberadaan mereka yang tersebar di seluruh penjuru kota.
“Ojol ada di mana-mana. Mereka melihat apa yang tidak dilihat petugas. Itu sebabnya ojol adalah mitra keamanan yang sesungguhnya,” kata KDM. Ia mendorong seluruh pengemudi ojek online untuk aktif melaporkan potensi gangguan keamanan di jalan, tanpa harus main hakim sendiri.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.