Para driver langsung mengamankan remaja tersebut. Situasi memanas karena banyak warga yang ingin main hakim sendiri. Namun para driver memilih melindungi si remaja terlebih dahulu sebelum menyerahkannya ke pihak berwajib — sebuah keputusan yang dinilai tepat oleh KDM.

Remaja yang diamankan mengaku mabuk. Ia mengaku melempar botol minuman, namun membantah membawa senjata tajam. Yang ditemukan di lokasi hanya botol minuman keras. Senjata tajam diduga sudah dibuang sebelum tertangkap. Remaja itu kemudian dibawa ke Polsek Baleendah, lalu dipindahkan ke Polsek Bojong Soang karena insiden awal terjadi di sana.

Di kantor polisi, orang tua remaja tersebut dipanggil. Kedua pihak akhirnya saling memaafkan. Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat kepolisian, bukan melalui jalur pidana. Namun nama baik si remaja sempat terseret karena pemberitaan media yang menyebut kejadian ini sebagai aksi perampokan — sebuah narasi yang diluruskan langsung oleh KDM dalam pertemuan ini.

“Ini bukan perampokan. Ini bukan pencurian. Ini remaja yang mabuk, bawa senjata, dan bikin resah warga,” kata KDM menegaskan. Ia menambahkan bahwa tidak ada vonis hukum dalam kasus ini, yang ada adalah proses pembinaan dan tanggung jawab orang tua.

KDM menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama di malam hari. Menurutnya, anak yang keluyuran lewat tengah malam membawa senjata adalah cerminan dari lemahnya pengawasan di rumah. Ia bahkan meminta Dinas Pendidikan untuk memanggil orang tua si remaja agar kejadian serupa tidak terulang.



Follow Widget