SINJAI, PUNGGAWANEWS – Sebanyak 230 murid baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sinjai resmi menginjakkan kaki di kehidupan asrama untuk pertama kalinya, Senin, 13 Juli 2026. Hari itu menjadi awal perjalanan panjang mereka dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang mengusung tema penuh makna: “Gerbang Cahaya Kehidupan.”
Kegiatan MPLS ini bukan sekadar seremonial penyambutan. Ia dirancang sebagai proses transisi yang serius—memperkenalkan para siswa pada budaya sekolah berasrama sekaligus membentuk fondasi karakter sejak hari pertama.
Kepala SRT 1 Kabupaten Sinjai, Rahmat Surianto, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. MPLS dijadwalkan berlangsung selama hampir tiga pekan penuh, mulai 13 hingga 31 Juli 2026.
“Alhamdulillah, kami sudah mulai memasuki kegiatan MPLS. Hari ini anak-anak sudah masuk asrama dan akan mengikuti rangkaian kegiatan hingga 31 Juli mendatang,” ujar Rahmat.
Perlu dicatat, nama sekolah ini sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Rakyat Terintegrasi 63 Kabupaten Sinjai. Perubahan nama menjadi SRT 1 menjadi bagian dari identitas baru yang turut mewarnai tahun ajaran ini.
Pada hari pertama, para murid disambut hangat oleh pihak sekolah. Lebih dari sekadar sambutan, mereka langsung menerima perlengkapan untuk menunjang kehidupan di asrama—mulai dari perlengkapan tidur hingga kebutuhan kebersihan diri. Langkah kecil yang mencerminkan komitmen sekolah dalam memastikan kenyamanan para siswa sejak menit pertama.
Tidak semua peserta didik hadir serentak pada hari pembukaan. Peserta dari sekolah rintisan dijadwalkan bergabung pada 31 Juli 2026, tepat di hari penutupan MPLS.
Secara keseluruhan, SRT 1 Kabupaten Sinjai kini menampung 305 peserta didik. Komposisinya terdiri atas 26 siswa jenjang SD, 123 siswa SMP, dan 81 siswa SMA, ditambah peserta dari sekolah rintisan.
Meski angka ini terlihat cukup besar, Rahmat mengakui bahwa jumlah tersebut belum sepenuhnya memenuhi kuota yang ditargetkan. Setiap jenjang sebenarnya memiliki kuota 90 siswa, namun realisasinya masih belum mencapai rasio ideal yang telah ditetapkan.
“Kuota masing-masing jenjang sebenarnya sebanyak 90 siswa. Namun, untuk tahun ini belum seluruhnya terpenuhi sesuai rasio yang telah ditetapkan,” jelas Rahmat.
Kesenjangan antara kuota dan realisasi ini menjadi catatan penting bagi pengelola sekolah untuk terus memperluas jangkauan rekrutmen peserta didik ke depannya.
Adapun rangkaian kegiatan MPLS dirancang secara bertahap dan menyeluruh. Pada pekan pertama, para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang dirangkaikan dengan pembukaan resmi MPLS. Agenda berlanjut dengan tes psikologi, tes akademik, hingga pemetaan bakat melalui program DNA Talent.
Program DNA Talent menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian. Melalui program ini, sekolah berupaya mengenali potensi unik setiap siswa sejak dini, sehingga proses pembinaan ke depan dapat lebih tepat sasaran dan personal.
Memasuki pekan kedua hingga penutupan pada 31 Juli, para siswa akan menerima berbagai materi pembinaan dari sejumlah narasumber yang telah dijadwalkan. Sesi-sesi ini dirancang untuk memperkuat karakter, menumbuhkan semangat belajar, dan mempersiapkan mental para siswa sebelum tahun ajaran penuh dimulai.
Tema “Gerbang Cahaya Kehidupan” yang diusung bukan sekadar slogan. Ia mencerminkan harapan besar yang diletakkan di pundak para siswa baru ini—bahwa pintu yang mereka masuki hari ini adalah gerbang menuju masa depan yang lebih terang.
Sekolah Rakyat Terintegrasi sendiri merupakan program pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan lebih. Dengan sistem berasrama dan layanan pendidikan terpadu, sekolah ini hadir sebagai solusi nyata dalam memutus rantai ketimpangan akses pendidikan di tingkat daerah.
Di Kabupaten Sinjai, kehadiran SRT 1 menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Setiap siswa yang hari ini melangkah masuk ke asrama membawa harapan keluarga dan harapan daerah sekaligus.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, MPLS “Gerbang Cahaya Kehidupan” diharapkan menjadi batu loncatan yang kokoh. Bukan hanya untuk beradaptasi, tetapi untuk menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia—sesuai dengan cita-cita besar yang tertanam dalam nama sekolah itu sendiri: Sekolah Rakyat.
FAQ
Apa itu Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sinjai?
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sinjai adalah sekolah berasrama yang sebelumnya bernama SRT 63 Sinjai, ditujukan bagi peserta didik dari keluarga yang membutuhkan dukungan akses pendidikan, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.
Berapa lama MPLS di SRT 1 Sinjai berlangsung dan apa saja kegiatannya?
MPLS berlangsung mulai 13 hingga 31 Juli 2026. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, tes psikologi, tes akademik, pemetaan bakat melalui DNA Talent, serta sesi pembinaan karakter dari berbagai narasumber.
Apakah kuota peserta didik SRT 1 Sinjai tahun 2026 sudah terpenuhi?
Belum sepenuhnya. Kuota masing-masing jenjang adalah 90 siswa, namun realisasi tahun ini belum mencapai angka tersebut di semua tingkatan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.