JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 196 ribu satuan pendidikan di Indonesia tercatat mengalami kerusakan dan mendesak untuk segera ditangani. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini memacu langkah dengan memastikan data kondisi sekolah di seluruh pelosok negeri akurat dan dapat dipertanggungjawabkan—sebab dari sinilah nasib perbaikan ratusan ribu sekolah itu akan ditentukan.
Kemendikdasmen menggelar kegiatan Sosialisasi Pendataan Prasarana Satuan Pendidikan yang melibatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah, kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, serta kepala satuan pendidikan dari seluruh Indonesia. Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin—ia menjadi titik tolak dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diamanatkan langsung oleh Presiden.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, membuka forum dengan pesan yang tegas: kualitas pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik tempat belajar. Guru butuh ruang yang layak. Siswa butuh lingkungan yang aman dan nyaman. Dua hal sederhana yang selama ini masih menjadi mimpi bagi jutaan anak Indonesia.
Suharti menyebutkan angka yang cukup mengejutkan: 196.022 satuan pendidikan dalam kondisi rusak dan membutuhkan penanganan segera. Presiden telah memberikan arahan agar perbaikan dilakukan secara bertahap dan tuntas hingga 2028. Arahan itu, kata Suharti, bukan sekadar target administratif, melainkan mandat moral untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar menyentuh sekolah yang paling membutuhkan.
“Keberhasilan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran yang disediakan pemerintah, tetapi juga pada kualitas data yang kita bangun bersama,” tegas Suharti di hadapan para peserta sosialisasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.