Dedi Prasetyo mengapresiasi komitmen institusi dalam memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah ini. Ini adalah sinyal bahwa Polri tidak ingin sekadar mencetak polisi yang patuh pada aturan karena takut sanksi, melainkan polisi yang benar karena memang memilih kebenaran.
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud juga datang di momen yang tepat. Di tengah berbagai tuntutan reformasi Polri yang semakin keras dari masyarakat sipil, langkah ini menunjukkan bahwa perubahan sedang diupayakan dari dalam—bukan hanya melalui regulasi dan sanksi administratif, tetapi dari pembentukan karakter di akar pendidikan.
Jika masjid ini berhasil menjalankan fungsinya sebagaimana yang diidealkan Wakapolri, maka setiap perwira yang lulus dari Sespim Lemdiklat Polri diharapkan membawa lebih dari sekadar sertifikat pendidikan. Mereka membawa bekal spiritual yang diharapkan menopang integritas mereka di sepanjang karier.
Sebab pada akhirnya, institusi hanya sekuat orang-orang di dalamnya. Dan orang-orang yang kuat, kata Dedi, adalah mereka yang sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.