Kata-kata itu terasa mengena bagi banyak peserta yang hadir. Sebagian dari mereka sudah lama meninggalkan Sinjai, merantau ke berbagai kota besar, membangun karier dan kehidupan di tempat yang jauh. Namun hari itu, mereka kembali, berdiri di halaman yang sama, di bawah langit yang sama, mengingat masa-masa yang membentuk siapa mereka hari ini.
Hj. Ratnawati juga menegaskan betapa besar peran madrasah dalam membentuk pribadi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga teguh dalam keimanan dan santun dalam perilaku. Menurutnya, nilai-nilai itulah yang menjadi bekal sejati bagi setiap alumni MAN 2 Sinjai, terlepas dari profesi atau posisi yang kini mereka sandang.
Madrasah, kata dia, bukan sekadar tempat belajar membaca dan menulis. Madrasah adalah ladang pembentukan karakter, tempat di mana kejujuran diajarkan bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari. Itulah mengapa, sejauh apa pun seorang alumni melangkah, identitas sebagai bagian dari keluarga besar MAN 2 Sinjai akan selalu melekat dalam dirinya.
Lebih dari sekadar nostalgia, Bupati Ratnawati mengajak seluruh alumni untuk menjadikan pertemuan itu sebagai titik tolak kontribusi nyata. Ia mendorong mereka untuk tampil sebagai motor penggerak perubahan, bukan hanya di lingkup madrasah, tetapi juga dalam pembangunan daerah secara lebih luas.
Ajakan itu bukan tanpa dasar. Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui visi Sinjai Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan, telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Misi Ramah Pendidikan yang diusung pemerintah daerah menjadi kerangka komitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh pelosok Sinjai.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.