Swasembada beras sejatinya bukan tentang berhenti impor, apalagi sekadar mampu ekspor. Ini tentang kedaulatan pangan, kemampuan bangsa berdiri di atas kakinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan paling dasar rakyatnya.
Indonesia mungkin sedang berada di titik penting dalam sejarah ketahanan pangannya. Tapi seperti semua pencapaian besar, ujian sesungguhnya bukan pada saat meraih, melainkan pada saat mempertahankan.
Jika data akurat, kebijakan tepat, dan keberpihakan kepada petani tetap terjaga, swasembada beras bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena dalam urusan pangan, tidak ada ruang untuk kesalahan. Di balik setiap butir beras, ada kehidupan yang dipertaruhkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.