BATURRADEN, PUNGGAWANEWS – Di kaki Gunung Slamet, sebuah balai peternakan milik pemerintah kini menjadi salah satu tumpuan program gizi nasional. Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden berhasil mendorong kapasitas produksi susu segar hingga menyentuh angka 8.000 liter per hari—dua kali lipat dari capaian sebelumnya. Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa susu lokal Indonesia siap bersaing dan berkontribusi nyata bagi jutaan anak yang menjadi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Balai yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) ini tidak berhenti pada produksi susu segar. Lebih dari itu, BBPTUHPT Baturraden mengolah sendiri hasil produksinya menjadi susu pasteurisasi siap konsumsi yang sudah memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan nasional.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, menegaskan bahwa peningkatan ini merupakan bukti nyata penguatan rantai peternakan dari hulu ke hilir yang terus dijalankan pemerintah. Berbicara langsung di farm BBPTUHPT Baturraden pada Kamis, 20 Agustus 2026, Makmun menyebut hasil produksi peternakan pemerintah harus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Makmun menekankan bahwa potensi susu lokal sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk berkualitas, aman, bergizi, sekaligus terjangkau. Menurutnya, sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung program MBG yang digagas Presiden—sebuah program yang menargetkan pemenuhan asupan gizi bagi anak-anak Indonesia di seluruh penjuru negeri.
Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, merinci lebih lanjut kapasitas distribusi yang sudah disiapkan. Setiap harinya, balai ini mampu mendistribusikan sekitar 11.520 kemasan susu olahan dalam tiga pilihan kemasan: susu 115 mililiter, susu bantal 115 mililiter, dan susu botol 115 mililiter. Ketiganya dirancang praktis agar mudah dibawa dan dikonsumsi, termasuk oleh anak-anak usia sekolah.
Dani menyebut pencapaian produksi 8.000 liter per hari dan penyediaan lebih dari 11.000 kemasan harian adalah wujud dedikasi nyata untuk menyukseskan program MBG dari Presiden. Bagi Dani, angka-angka tersebut bukan sekadar target produksi, melainkan cerminan komitmen balai terhadap gizi generasi muda Indonesia.
Kualitas produk susu BBPTUHPT Baturraden bukan hal yang bisa diremehkan. Susu pasteurisasi yang dihasilkan dibuat dari 100 persen susu murni yang berasal dari sapi perah unggul di kawasan kaki Gunung Slamet. Proses pengolahannya menerapkan standar modern dengan pengawasan ketat di setiap tahapan, mulai dari pemerahan hingga pengemasan akhir.
Dari sisi legalitas, produk ini telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas dan Makanan (BPOM RI), sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), serta sertifikat halal. Empat aspek utama—keamanan, kesehatan, kehalalan, dan higienitas—semuanya terpenuhi dan terverifikasi secara resmi.
Yang menjadi perhatian tersendiri adalah soal harga. Di tengah melonjaknya harga bahan pangan, susu pasteurisasi produksi BBPTUHPT Baturraden hadir dengan banderol yang sangat bersahabat: Rp2.000 per kemasan dan bantal, serta Rp2.500 untuk kemasan botol. Harga ini disengaja sebagai strategi untuk memperluas akses masyarakat, terutama keluarga dengan daya beli terbatas, terhadap sumber protein hewani berkualitas.
Dani menegaskan bahwa harga terjangkau bukan berarti mengorbankan kualitas. Setiap tetes susu yang diproduksi BBPTUHPT Baturraden tetap mempertahankan kandungan nutrisi alaminya sepanjang proses pengolahan. Kandungan gizi tersebut diyakini mampu mendukung , kecerdasan, serta daya tahan tubuh anak-anak secara optimal.
Semangat ini sejalan dengan moto yang diusung BBPTUHPT Baturraden: “Bibit Berkualitas, Susu Bergizi, Solusi Cerdas.” Moto tersebut bukan sekadar slogan—ia mencerminkan filosofi kerja yang menyentuh seluruh lini produksi, dari pembibitan sapi perah unggul hingga susu yang sampai ke tangan konsumen.
Selain menjadi penyokong program MBG, produk susu pasteurisasi dari Baturraden juga terbuka luas untuk dipesan oleh berbagai pihak. Masyarakat umum, pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak sekolah, instansi pemerintah, hingga pelaku usaha swasta bisa mengakses produk ini melalui jalur pemesanan resmi.
Pemesanan dapat dilakukan langsung melalui Tim Kerja Pemasaran BBPTUHPT Baturraden lewat WhatsApp atau telepon di nomor 0895-0511-1118 dan 0812-2786-415. Kemudahan akses ini menjadi nilai tambah tersendiri di tengah tingginya permintaan produk susu lokal berkualitas.
Langkah BBPTUHPT Baturraden dalam menggandakan produksi susu sekaligus memperluas distribusinya mencerminkan arah kebijakan Kementan yang semakin serius dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan lokal. Di saat Indonesia masih bergantung pada susu impor untuk memenuhi kebutuhan nasional, kehadiran produksi lokal dalam skala ini menjadi angin segar yang patut diapresiasi.
Dengan dukungan infrastruktur modern, sumber daya ternak unggul, dan komitmen penuh dari seluruh jajaran balai, BBPTUHPT Baturraden membuktikan bahwa susu lokal Indonesia bukan hanya layak dikonsumsi—tetapi juga mampu menjadi tulang punggung program gizi nasional yang menyasar jutaan generasi penerus bangsa.
FAQ
Berapa harga susu pasteurisasi produksi BBPTUHPT Baturraden?
Susu pasteurisasi BBPTUHPT Baturraden dijual dengan harga Rp2.000 per kemasan dan bantal (115 ml), serta Rp2.500 untuk kemasan botol 115 ml.
Bagaimana cara memesan susu pasteurisasi BBPTUHPT Baturraden?
Pemesanan dapat dilakukan melalui Tim Kerja Pemasaran BBPTUHPT Baturraden via WhatsApp atau telepon di nomor 0895-0511-1118 dan 0812-2786-415. Produk tersedia untuk masyarakat umum, sekolah, instansi, pengelola dapur SPPG, maupun pihak swasta.
Apakah susu produksi BBPTUHPT Baturraden sudah mendapatkan izin resmi?
Ya. Susu pasteurisasi BBPTUHPT Baturraden telah mengantongi izin edar BPOM RI, sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan sertifikat halal, sehingga aman dan terjamin kualitasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.