Dani menyebut pencapaian produksi 8.000 liter per hari dan penyediaan lebih dari 11.000 kemasan harian adalah wujud dedikasi nyata untuk menyukseskan program MBG dari Presiden. Bagi Dani, angka-angka tersebut bukan sekadar target produksi, melainkan cerminan komitmen balai terhadap gizi generasi muda Indonesia.

Kualitas produk susu BBPTUHPT Baturraden bukan hal yang bisa diremehkan. Susu pasteurisasi yang dihasilkan dibuat dari 100 persen susu murni yang berasal dari sapi perah unggul di kawasan kaki Gunung Slamet. Proses pengolahannya menerapkan standar modern dengan pengawasan ketat di setiap tahapan, mulai dari pemerahan hingga pengemasan akhir.

Dari sisi legalitas, produk ini telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas dan Makanan (BPOM RI), sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), serta sertifikat halal. Empat aspek utama—keamanan, kesehatan, kehalalan, dan higienitas—semuanya terpenuhi dan terverifikasi secara resmi.

Yang menjadi perhatian tersendiri adalah soal harga. Di tengah melonjaknya harga bahan pangan, susu pasteurisasi produksi BBPTUHPT Baturraden hadir dengan banderol yang sangat bersahabat: Rp2.000 per kemasan dan bantal, serta Rp2.500 untuk kemasan botol. Harga ini disengaja sebagai strategi untuk memperluas akses masyarakat, terutama keluarga dengan daya beli terbatas, terhadap sumber protein hewani berkualitas.

Dani menegaskan bahwa harga terjangkau bukan berarti mengorbankan kualitas. Setiap tetes susu yang diproduksi BBPTUHPT Baturraden tetap mempertahankan kandungan nutrisi alaminya sepanjang proses pengolahan. Kandungan gizi tersebut diyakini mampu mendukung , kecerdasan, serta daya tahan tubuh anak-anak secara optimal.



Follow Widget