BGN memang bukan lembaga kecil. Di pundaknya, program makan bergizi gratis yang menyentuh jutaan siswa sekolah dasar dan kelompok rentan harus berjalan tanpa hambatan. Berbagai laporan tentang makanan tidak layak, keterlambatan distribusi, hingga dugaan penyimpangan anggaran sempat mencoreng citra program ini.
Inilah konteks yang membuat Sudaryono tidak bisa bermain setengah hati. Fokus penuh di BGN bukan sekadar keputusan administratif, melainkan tuntutan situasi.
Kini, dengan jabatan Wamentan resmi ditanggalkan, Sudaryono memasuki babak baru. Tantangan sesungguhnya bukan soal aturan rangkap jabatan—melainkan sejauh mana ia mampu membenahi institusi yang ada di genggamannya, dan membuktikan bahwa program makan bergizi gratis bisa berjalan sebagaimana dijanjikan.
Pemerintah, sementara itu, masih punya pekerjaan rumah yang belum selesai: mencari sosok yang tepat untuk mengisi kursi Wamentan. Di Kementerian Pertanian, roda tidak bisa berhenti hanya karena satu kursi kosong.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.