Summarize the post with AI

KYIV, PUNGGAWANEWS — Langit malam di atas Ukraina kembali diiris oleh gelombang serangan udara skala besar yang dilancarkan Rusia, menjadikan gempuran kali ini sebagai salah satu yang paling masif sepanjang tahun berjalan. Tidak kurang dari 15 jiwa melayang dan puluhan warga lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah rentetan rudal dan drone menghujan deras sejak Kamis malam, menyasar ibu kota Kyiv sekaligus kota-kota strategis seperti Dnipro, Odesa, dan Kharkiv.

Komando militer Ukraina mengungkapkan bahwa pihak Rusia melepaskan lebih dari 40 rudal balistik dan rudal jelajah dalam satu malam, disertai serbuan lebih dari 650 unit drone dari berbagai tipe. Angka itu menempatkan serangan ini dalam kategori paling mematikan dan paling kompleks secara teknis yang pernah dihadapi sistem pertahanan udara Ukraina sejak awal tahun ini.

Dampak paling menghancurkan dirasakan di kawasan permukiman warga. Layanan Darurat Negara bersama otoritas daerah setempat melaporkan bahwa di antara korban jiwa terdapat anak-anak, sebuah fakta yang memperdalam duka dan kemarahan publik Ukraina terhadap eskalasi serangan ini.

Wakil Perdana Menteri Ukraina, Oleksiy Kuleba, melalui kanal Telegramnya menegaskan bahwa pemerintah telah menggerakkan seluruh sumber daya penanganan darurat. Ia menyebut pos komando operasional langsung dikerahkan ke lapangan di setiap kota yang terdampak, dengan tim penyelamat, tenaga medis, dan aparatur pemerintah kota bekerja bahu-membahu untuk mengevakuasi korban sekaligus menginventarisasi kerusakan infrastruktur.

Di sisi lain, malam yang sama ternyata tidak hanya menjadi milik Ukraina sebagai pihak yang diserang. Wilayah pesisir Laut Hitam milik Rusia, khususnya kota Tuapse di kawasan Krasnodar, dilaporkan turut dilanda serangan balasan. Dua anak dilaporkan tewas di sana, sementara sejumlah bangunan hunian rusak akibat hantaman yang juga menjatuhkan puing-puing di area kawasan pelabuhan.

Tuapse bukan kota sembarangan dalam peta strategis Rusia. Selain menjadi salah satu simpul pelabuhan terbesar di negeri itu, kota tersebut merupakan lokasi kilang minyak milik Rosneft, raksasa energi yang menjadi tulang punggung perekonomian Moskow. Serangan terhadap fasilitas di kawasan itu dinilai membawa pesan strategis yang jauh melampaui kerusakan fisik semata.



Follow Widget