Meski sejumlah item belum rampung, Sekda memastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan dimulai sesuai jadwal dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah siap. Tiga gedung asrama, satu gedung sekolah, dan satu ruang makan akan menjadi tulang punggung operasional pada tahap awal. Bangunan lainnya masih menunggu proses konstruksi selesai dan belum diizinkan untuk digunakan.
Ada penyesuaian khusus yang perlu diketahui publik terkait asrama putri. Karena tidak semua gedung telah rampung, siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sementara waktu akan ditempatkan secara bersama dalam satu asrama. Pemerintah kabupaten menyebut ini sebagai langkah transisi sambil menunggu seluruh fasilitas permanen siap dioperasikan.
Keamanan dan kelayakan fasilitas, menurut Sekda, bukan sekadar formalitas administratif. Pemerintah Kabupaten Sinjai menempatkan aspek tersebut sebagai syarat mutlak sebelum siswa benar-benar diizinkan masuk ke lingkungan sekolah.
“Insya Allah ini akan kami pantau dari hari ke hari sebelum tanggal 31. Kami akan tinjau kembali kelayakannya. Jika seluruh rekomendasi telah dilaksanakan, siswa-siswi Sekolah Rakyat baru boleh masuk,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan gertakan kosong. Inspeksi kedua ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak akan membuka sekolah secara seremonial semata, lalu membiarkan persoalan teknis diselesaikan setelah siswa terlanjur menempati fasilitas yang belum layak.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.