Berdasarkan hasil investigasi, serangan pada 29 Maret itu bukan berasal dari sembarang arah. Proyektil utama kaliber 120 milimeter yang ditembakkan dari tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari arah timur menuju Ett Taibe diidentifikasi sebagai sumber insiden. Kesimpulan itu ditarik dari analisis atas lokasi tumbukan serta fragmen proyektil yang ditemukan di Posisi PBB 7-1.
Yang memperparah situasi, UNIFIL sebelumnya telah dua kali menyerahkan koordinat lengkap seluruh posisi dan fasilitas mereka kepada pihak Israel — yakni pada 6 Maret dan 22 Maret 2026 — justru sebagai langkah pencegahan agar risiko terhadap personel PBB dapat diminimalkan. Juru bicara Sekretariat Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan hal itu dalam keterangan resmi pada 8 April 2026.
Dengan gugurnya Kopral Rico, daftar prajurit TNI yang tidak kembali dari medan tugas di Lebanon kini mencakup empat nama: Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon, dan kini Kopral Anumerta Rico Pramudia.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.