Summarize the post with AI

MAKASSAR, PUNGGAWANEWS — Sosok dengan latar belakang berbeda menjadi perhatian publik di tengah gelombang keberangkatan jamaah haji Indonesia musim ini. Keduanya menyimpan cerita yang melampaui sekadar perjalanan ibadah — satu tentang kesetiaan pada janji seorang ibu yang telah pergi.

Kesya Ernita Putri, 16 tahun, siswi kelas satu SMA asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu lalu sebagai bagian dari kloter 2 embarkasi Makassar. Usianya menjadikannya calon jamaah termuda dalam kelompok terbang tersebut. Namun bukan rekor itulah yang membuat namanya disebut-sebut — melainkan alasan di balik keberangkatannya.

Sang ibu telah mendaftarkan diri sebagai calon haji sejak 2016. Selama bertahun-tahun, antrean panjang menjadi penghalang yang harus dijalani dengan sabar. Namun pada 2023, ibunda Kesya berpulang sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Porsi haji yang telah lama ditunggu itu pun beralih kepada Kesya, anak sulung dari dua bersaudara, yang kini memikul amanah tersebut di pundaknya yang masih muda.

“Saya gantikan mama,” ujar Kesya singkat, dengan nada yang jauh lebih dewasa dari usianya.



Follow Widget