Menurut Juri, Presiden ingin rakyat terlibat langsung dalam menentukan visual yang akan mewakili momen bersejarah ini. Filosofinya sederhana: kemeriahan HUT ke-81 RI harus dirasakan dan dimiliki bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Lima logo yang kini bersaing memperebutkan suara publik bukan karya sembarangan. Seluruhnya merupakan hasil tangan desainer grafis profesional Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, dan telah dikurasi berdasarkan kesesuaian dengan tema nasional yang telah ditetapkan.
Kelima finalis tersebut adalah David Wirawan asal Surakarta, Fajar Novario dari Padang, Kanda Putra yang berasal dari Denpasar, Riskiawan dari Malang, serta Tiffany Djohan dari Batam. Keragaman asal daerah ini sekaligus menggambarkan luasnya partisipasi kreatif dari berbagai wilayah Nusantara dalam proses penyusunan identitas visual kemerdekaan tahun ini.
Menariknya, partisipasi masyarakat dalam polling ini tidak datang tanpa imbalan. Panitia menyiapkan rangkaian hadiah bagi 300 peserta terpilih sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan aktif mereka.
Juri merinci, hadiah tersebut terbagi dalam tiga kategori. Seratus orang akan mendapat undangan untuk menghadiri langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, sebuah kesempatan yang biasanya hanya didapat kalangan terbatas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.