JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebuah sambungan telepon antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin, 15 Juni 2026, kembali menegaskan posisi Indonesia yang tak pernah goyah: mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dan memperjuangkan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Dalam percakapan yang kemudian diunggah Prabowo melalui akun X resminya, @prabowo, Abbas menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan setia Indonesia terhadap masyarakat Palestina. Momen ini bukan sekadar basa-basi diplomatik — ia merupakan cerminan dari hubungan dua negara yang dibangun di atas fondasi historis dan emosional yang kuat.

Prabowo tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia kembali mempertegas sikap Indonesia dengan pernyataan yang lugas: solusi dua negara bukan sekadar opsi, melainkan satu-satunya jalan yang bisa membawa perdamaian sejati bagi Palestina. “Saya menegaskan komitmen teguh Indonesia bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan di Palestina,” tulisnya.

Pernyataan itu bukan hal baru dari Prabowo. Dalam berbagai forum internasional sebelumnya, Presiden ke-8 RI ini sudah berulang kali menegaskan pentingnya solusi tersebut — sebuah kerangka yang memungkinkan berdirinya negara Palestina merdeka yang berdaulat penuh, berdampingan secara damai dengan Israel.

Sikap Indonesia ini berakar jauh ke belakang. Sejak hari-hari awal kemerdekaan, Indonesia telah menempatkan Palestina sebagai sahabat dekat yang diikat oleh pertalian historis dan emosional. Di berbagai panggung internasional — dari sidang Majelis Umum PBB hingga forum-forum multilateral — Indonesia konsisten mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan bermartabat bagi rakyat Palestina.

Hubungan Prabowo dan Abbas sendiri terbilang erat dan hangat, melampaui sekadar protokol diplomatik. Keduanya menjalin komunikasi yang intens dan penuh keakraban. Salah satu momen yang paling menggambarkan kedekatan ini terjadi pada perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ketika Prabowo secara langsung menelepon Abbas untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya.

Komunikasi di hari raya itu bukan sekadar gestur simbolis. Ia merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Prabowo kepada para pemimpin negara sahabat, sekaligus upaya nyata untuk terus mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Palestina di tengah situasi Timur Tengah yang masih bergejolak.

Percakapan telepon pada 15 Juni 2026 itu pun berlangsung dalam konteks yang berat. Situasi terkini di Timur Tengah menjadi salah satu pokok bahasan utama kedua kepala negara. Tanpa menyebut detail pembicaraan secara spesifik, Prabowo memilih menyampaikan pesan yang jelas dan tegas kepada publik: Indonesia berdiri di sisi Palestina, dan posisi itu tidak akan berubah.

Bagi Indonesia, isu Palestina bukan sekadar kebijakan luar negeri. Ia menyentuh urat nadi nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 — bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Komitmen ini pula yang mendorong Indonesia untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Melalui jalur diplomasi, bantuan kemanusiaan, hingga lobi di forum-forum internasional, Indonesia terus memainkan peran aktif dalam mendorong resolusi konflik yang adil bagi Palestina.

Telepon singkat Prabowo kepada Abbas mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya tersimpan pesan yang jauh lebih besar: bahwa di tengah gejolak geopolitik global, Indonesia memilih untuk konsisten, bukan pragmatis. Dan dalam konsistensi itulah, kepercayaan dibangun — satu telepon demi satu telepon.

FAQ

Apa yang dibahas dalam telepon antara Prabowo dan Abbas pada 15 Juni 2026?
Keduanya membahas perkembangan dan situasi terkini di Timur Tengah. Dalam percakapan itu, Presiden Abbas menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia kepada Palestina, sementara Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian berkelanjutan.

Apa yang dimaksud dengan solusi dua negara yang didukung Indonesia?
Solusi dua negara adalah kerangka perdamaian yang mengusulkan berdirinya negara Palestina merdeka dan berdaulat yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Indonesia secara konsisten mendukung solusi ini sebagai satu-satunya jalan yang dapat menjamin kemerdekaan dan kedaulatan penuh bagi rakyat Palestina.

Bagaimana hubungan diplomatik antara Indonesia dan Palestina selama ini?
Indonesia dan Palestina memiliki hubungan historis dan emosional yang kuat sejak awal kemerdekaan Indonesia. Hubungan ini terus dijaga melalui komunikasi aktif antarpemimpin, dukungan di forum internasional, dan bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia kepada rakyat Palestina.



Follow Widget