“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Prabowo dengan nada haru.

Momentum panen raya di Malang memang menjadi panggung yang tepat bagi Prabowo untuk menyampaikan pesan tersebut. Sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, sekaligus cermin nyata dari kondisi kesejahteraan masyarakat perdesaan. Kehadiran Presiden di lokasi panen serentak menegaskan perhatian langsung pemerintah terhadap isu tersebut.

Prabowo menutup pidatonya dengan kalimat yang menempatkan TNI dan Polri bukan sebagai alat kekuasaan, melainkan sebagai pelayan rakyat.

“Ini Indonesia. TNI, Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi,” pungkasnya.

Pernyataan Prabowo soal kemungkinan pemangkasan anggaran pertahanan dan kepolisian demi pengentasan kemiskinan tentu akan menjadi bahan diskusi panjang. Di satu sisi, langkah itu mencerminkan kepekaan seorang pemimpin terhadap realita masyarakat. Di sisi lain, implementasinya akan diuji oleh mekanisme perencanaan anggaran yang melibatkan DPR, Kemenkeu, dan berbagai kementerian terkait.

Yang jelas, pesan dari ladang panen Malang itu sudah tersampaikan: bagi Prabowo, tidak ada pertahanan yang kokoh di atas pondasi rakyat yang lapar.



Follow Widget