“Akhir Desember 2026 atau paling lambat semester pertama 2027, seluruh tambahan panel tersebut sudah terkirim ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Distribusi perangkat itu bukan berdiri sendiri. Layar pintar tersebut terhubung dengan platform digital terintegrasi bernama Rumah Pendidikan, yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Platform ini telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna aktif dan menyediakan 4.843 sumber belajar secara gratis.
Yang lebih penting, platform tersebut menjangkau ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar—kelompok yang selama ini paling sulit memperoleh akses terhadap pengembangan kompetensi dan bahan ajar bermutu. Melalui koneksi digital, kesenjangan geografis yang selama puluhan tahun menjadi kendala kini mulai dijembatani.
Di sisi infrastruktur fisik, pemerintah juga tidak mengendurkan laju renovasi sekolah. Tahun ini, target penyelesaian renovasi ditetapkan sebanyak 77 ribu sekolah. Angka itu akan meningkat menjadi 100 ribu sekolah per tahun pada 2027 dan 2028. Bila target ini tercapai, seluruh sekolah di Indonesia ditargetkan sudah selesai direnovasi pada tahun 2029.
“Kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Perjalanan masih jauh, tapi kita tidak cepat puas,” kata Prabowo.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.