World Scouting juga memperkenalkan berbagai platform dan kegiatan bertaraf internasional. ScoutPass memudahkan anggota pramuka mengakses ekosistem digital kepanduan global. Scout Donation Platform membuka saluran bagi mereka yang ingin berkontribusi lebih. Sementara World Scout Jamboree, World Scout Moot, dan JOTA-JOTI menjadi pintu gerbang bagi Pramuka Indonesia untuk tampil di panggung dunia.
Salah satu momen yang paling banyak menyedot perhatian peserta adalah kesempatan bertemu langsung dengan Tom Milles, peserta Pramuka asal Australia yang hadir di World Scouting Zone. Di sinilah semangat persaudaraan kepanduan benar-benar terasa—bukan hanya lewat seremonial, tapi melalui obrolan santai, sesi foto bersama, dan tradisi tukar lencana atau swap badges yang menjadi ritual akrab di kalangan Pramuka internasional.
Keseruan di sisi lain datang dari HBIX Scout Center yang berdiri tepat di sebelah World Scouting Zone. Di sana, peserta mendapat kesempatan langka untuk bertatap muka dengan David Baden-Powell—cicit dari Robert Baden-Powell, pendiri gerakan kepanduan dunia. Momen berfoto, meminta tanda tangan, hingga bertukar lencana bersama keturunan langsung sang pendiri Pramuka menjadi pengalaman yang sulit terlupakan.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari ramainya kunjungan ke kawasan ini sepanjang hari. Salah satunya adalah Danis, peserta asal Kwarcab Tasikmalaya, Kwarda Jawa Barat, yang tak menyembunyikan kegembiraannya.
“Seru banget main ke sini, dapat pengetahuan baru tentang kepanduan dunia, dan program atau kegiatan yang meliputi kegiatan dari World Scouting. Semua orang happy saat ke sini,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.