Di sinilah nilai kepemimpinan yang sesungguhnya. Bukan yang berdiri di atas podium dan memandang dari jauh. Melainkan yang turun, hadir, dan berbicara bukan sebagai atasan, tetapi sebagai sesama manusia yang pernah berjalan di jalan yang sama.

Wagub Jihan juga menyentuh dimensi yang lebih luas dari semangat Pramuka. Dari gerakan ini, para peserta belajar bukan hanya memimpin, tetapi juga berkolaborasi melalui ikatan persaudaraan yang dibangun lintas daerah dan latar belakang. Dan melalui semangat pengabdian, mereka belajar bahwa makna hidup sejati terletak pada seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Frasa “Lampung Maju” yang ia serukan bukan slogan kosong dalam acara seremonial. Itu adalah visi yang digantungkan pada pundak generasi muda yang kini sedang berlatih keras di bawah tenda-tenda Jamnas XII. Kemajuan suatu daerah, percaya Jihan, dimulai dari keberanian generasi mudanya untuk mengambil peran.

Pesan ini menutup lingkaran yang sempurna. Seorang perempuan yang kini menduduki posisi Wakil Gubernur dan memimpin organisasi kepanduan terbesar di Lampung, berdiri di hadapan ribuan Pramuka muda, dan berkata: “Saya sudah membuktikannya, sekarang giliranmu.”

Bagi para Pramuka putri Lampung yang menyimak pesan itu, harapannya sederhana namun kuat. Bahwa suatu hari nanti, dari antara mereka yang kini mengenakan seragam Pramuka di Cibubur, akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan yang memberi manfaat bagi banyak orang. Bukan karena mereka perempuan. Tetapi karena mereka sudah cukup belajar, cukup berani, dan cukup siap.

Dan itu dimulai dari sini. Dari Pramuka.



Follow Widget