Namun tantangan tidak berhenti di sana. Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dinamika sosial, pola pengasuhan anak pun semakin kompleks. Orang tua tak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama.

“Dunia terus bergerak, cara kita berkomunikasi juga berubah. Orang tua harus mau terus belajar dan meningkatkan pengetahuan agar bisa mendampingi anak dengan tepat,” tegas Wamendukbangga.

Untuk menjawab tantangan itu, Kemendukbangga/BKKBN mengusung pendekatan berbasis siklus hidup dalam setiap programnya. Intervensi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan—dari masa kehamilan, balita, remaja, hingga usia lanjut. Tidak ada fase kehidupan yang dilewatkan.

“Pendekatan yang kami lakukan berbasis siklus hidup, mulai dari dalam kandungan, balita, remaja, hingga lansia, agar pembangunan manusia berjalan utuh dan berkelanjutan,” jelas Isyana.