“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan, melainkan penggerak utama perubahan. Jika infrastruktur telah diperkuat, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia, utamanya perempuan, menjadi hal yang sangat krusial,” ujar Isyana, merujuk pada AstaCita keempat Presiden Prabowo Subianto.
Dalam konteks ini, ibu dinilai memegang peranan paling sentral. Mulai dari mendidik anak, merawat keluarga, hingga mengelola kehidupan rumah tangga—semuanya bertumpu pada figur ibu sebagai poros keluarga.
Isyana menyambungkan peran itu dengan program pemerintah yang sedang berjalan, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini bukan sekadar soal gizi—melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi sehat sejak sebelum lahir.
Pembangunan bangsa, menurut Isyana, harus dimulai dari unit terkecil: keluarga. Itulah mengapa pembentukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) pada Oktober 2024 menjadi tonggak penting. Lembaga ini hadir untuk memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional yang sesungguhnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.