Summarize the post with AI

Dari sisi manfaat ekonomi, implementasi B50 diyakini akan memberikan dampak fiskal yang lebih besar dibanding program pendahulunya. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kebijakan ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun sepanjang 2026, melampaui target awal program B40 yang dipatok sebesar Rp 140 triliun. Penghematan tersebut bersumber dari berkurangnya ketergantungan pada impor bahan bakar fosil seiring meningkatnya serapan biodiesel berbasis minyak sawit mentah dalam negeri.

Saat ini, serapan biodiesel dalam bauran energi nasional baru mencapai sekitar 25 persen. Dengan implementasi penuh B50, pemerintah menargetkan pengurangan impor bahan bakar minyak hingga 50 persen dari volume yang selama ini dibutuhkan. “Target pengurangan impornya hitungannya 50 persennya. Sekarang serapan biodiesel kira-kira 25 persen sudah terserap,” kata Eniya.



Follow Widget