Langkah transparansi ini disengaja. Pemerintah ingin publik dan jurnalis bisa menilai sendiri apakah fasilitas yang ditemukan Ombudsman benar-benar merupakan hunian mewah untuk narapidana, atau sekadar rumah dinas petugas lapas, ruang asimilasi bagi warga binaan yang mendekati masa bebas, atau fasilitas lain yang memang memiliki fungsi sah.

Yusril menyebut pihaknya ingin menangani persoalan ini secara objektif, tanpa spekulasi. Investigasi mendalam akan dijalankan untuk memastikan fakta di lapangan sebelum kesimpulan dijatuhkan.

Sementara itu, rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana mencekam saat tim Ombudsman tiba di lokasi. Sejumlah pintu yang semula terkunci dipaksa dibuka. Terdengar suara keributan dan perdebatan antara petugas lapas dengan anggota tim inspeksi.

Dalam rekaman tersebut, tampak ada ruangan yang dikunci dari dalam dan diduga masih berpenghuni saat tim pemeriksa datang. Seorang petugas terdengar berbohong soal kondisi di dalam, sebelum akhirnya pintu berhasil dibuka.

Situasi semakin memanas ketika terjadi insiden fisik. Pakaian salah satu anggota tim inspeksi dilaporkan sobek, dan kamera sempat menjadi rebutan. Beberapa anggota tim merasa dihalangi saat hendak masuk ke area tertentu dalam kompleks lapas.



Follow Widget