RSUD baru direncanakan berdiri di Gowa dan Luwu. Kawasan Malino dipilih bukan hanya karena kepadatan penduduknya, tetapi juga karena potensi pariwisata—rumah sakit sekaligus menjadi penopang ekosistem setempat. Sementara Luwu dipilih karena jarak geografisnya yang jauh dari pusat layanan kesehatan yang ada.
Standar yang ditetapkan cukup ambisius: bangunan bertipe C, namun peralatan medis berstandar tipe B. Filosofinya sederhana—pelayanan dekat dengan komunitas tidak berarti kualitasnya harus dikompromikan. Rekrutmen dokter spesialis juga dirancang dengan insentif khusus: fasilitas hunian, kendaraan dinas, dan sistem kerja shift agar tenaga medis tidak menumpuk di Makassar.
Gubernur bahkan sudah merancang konsep “sekolah unggulan” dengan standar internasional sebagai kelanjutan visi pembangunan SDM—dan membuka peluang Multi-Years Project Volume II untuk menampung program-program lanjutan yang belum terakomodasi.
Proyek Rp3,7 triliun ini bukan hanya soal jalan, air, dan rumah sakit. Ia adalah pernyataan bahwa Sulawesi Selatan serius membenahi dirinya dari dalam—satu ruas jalan, satu saluran irigasi, satu ruang perawatan dalam satu waktu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.