Yang menarik, sejumlah ruas tidak diaspal melainkan dicor beton. Alasannya teknis namun logis: tanah di bawahnya tidak cukup kuat menahan beban aspal akibat lalu lintas truk-truk besar dari arah Goa-Malino menuju Makassar. Beton menjadi solusi jangka panjang yang lebih tahan banting.
Paket dua menyasar zona penyangga Makassar dengan target 209,38 kilometer jalan. Salah satu ruas yang paling ditunggu warga adalah jalan poros batas kota Makassar-Boronramba di Kabupaten Gowa sepanjang 19,62 kilometer—progresnya sudah hampir separuh jalan.
Groundbreaking teranyar dilakukan di ruas Pau-Buah di kawasan Duwu, sebuah jalur strategis yang menghubungkan bandara dengan akses menuju Toraja dan Luwu. Ruas ini dikenal warga setempat sebagai jalur yang sudah lama rusak parah dan berdebu. Kini akhirnya mendapat perhatian serius.
Hambatan di lapangan tidak sedikit. Bangunan warga yang berdiri di atas saluran drainase atau melampaui batas jalan memaksa tim harus negosiasi ulang sebelum pembongkaran bisa dilakukan. Kemacetan sementara akibat pekerjaan konstruksi juga menjadi keluhan tersendiri. Belum lagi cuaca yang kadang tidak bersahabat.
Gubernur Andi Sudirman menampik kekhawatiran soal keterlambatan. Ia menyebut sudah ada kurva progres yang terperinci, dengan pembagian pekerjaan per seksi dan per kuartal hingga 2026-2027. Pengelolaan arus kas anggaran dan kapasitas kontraktor turut diperhitungkan agar pekerjaan tidak tumpang tindih.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.