Di level masyarakat, pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal harga. Motor listrik masih dianggap mahal dibanding motor bensin konvensional yang sudah akrab di kantong kebanyakan orang. Pemerintah tampaknya sadar betul bahwa tanpa intervensi harga, adopsi massal akan berjalan lambat.
Skema insentif dan subsidi untuk mendorong pembelian motor listrik oleh kelompok prioritas masih terus digodok. Beberapa opsi yang beredar mencakup subsidi langsung, keringanan pajak kendaraan bermotor, hingga kemudahan pembiayaan bagi pengemudi ojek daring yang ingin beralih ke tunggangan ramah lingkungan.
Yang jelas, arah kebijakan pemerintah sudah tidak bisa dibalik. Dengan target bauran energi terbarukan yang terus dinaikkan dan tekanan internasional untuk menekan emisi karbon, elektrifikasi transportasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Bagi jutaan pengendara motor di Indonesia, 2027 bukan sekadar tahun di kalender. Itu adalah titik di mana pilihan berkendara sehari-hari akan mulai berubah, perlahan tapi pasti, dari raungan mesin bensin menuju desing senyap motor listrik.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.