Summarize the post with AI

Di sisi infrastruktur, Amran menyoroti program pompanisasi, pembangunan irigasi, embung, serta sumur dangkal yang memungkinkan lahan pertanian yang sebelumnya hanya panen sekali setahun menjadi dua hingga tiga kali tanam. Optimalisasi lahan rawa dan perluasan areal tanam juga dilakukan melalui perbaikan tata kelola air dan mekanisasi pertanian.

Selain intensifikasi, pemerintah menjalankan ekstensifikasi lewat program cetak sawah baru seluas 200 ribu hektare. Secara keseluruhan, ia menyebut ada tambahan sekitar 1,5 juta hektare lahan tanam yang berkontribusi pada peningkatan produksi.

Amran mengklaim, data dari berbagai lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), serta Departemen Pertanian Amerika Serikat menunjukkan tren serupa, yakni kenaikan produksi beras nasional hingga sekitar 4 juta ton menjadi kisaran 34 juta ton.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi mengimpor beras medium. Dalam definisinya, kondisi tersebut menandakan swasembada telah tercapai, bahkan melampaui target yang semula direncanakan dalam empat tahun.



Follow Widget