Pekerja rumah tangga mendapat perhatian tersendiri. Kelompok ini dinilai berada di titik paling rentan: bekerja di ruang privat, tanpa pengakuan resmi sebagai pekerja, dan nyaris tanpa akses terhadap jaring pengaman sosial apa pun. Penguatan regulasi digadang-gadang menjadi pintu masuk agar mereka diakui secara hukum dan memperoleh hak perlindungan yang setara.

Yassierli juga meluruskan cara pandang terhadap BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga itu, tegasnya, tidak boleh diperlakukan semata sebagai perusahaan asuransi negara. Misi utamanya adalah memperluas jangkauan kepesertaan dan memastikan manfaat perlindungan benar-benar sampai kepada sebanyak mungkin pekerja.

Di sisi lain, ia menggarisbawahi pentingnya integrasi data lintas lembaga sebagai tulang punggung kebijakan yang tepat sasaran. Data yang terpadu akan memungkinkan pemerintah mengantisipasi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara lebih dini, sekaligus menjaga keberlanjutan dana jaminan sosial dalam jangka panjang.



Follow Widget