MANILA, PUNGGAWANEWS – Menteri Luar Negeri RI Sugiono tampil dengan pesan yang tegas di hadapan mitranya dari Amerika Serikat: di saat dunia dilanda ketidakpastian, ASEAN bukan sekadar blok regional biasa, melainkan mitra yang siap berdiri kokoh bersama Washington.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam ASEAN–United States Post Ministerial Conference (PMC) yang digelar di Manila, Filipina, Rabu 22 Juli 2025. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut hadir dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, yang menjadi salah satu forum diplomatik paling strategis di kawasan Asia Tenggara.
Forum ini bukan sekadar ajang basa-basi diplomatik. Di balik meja perundingan Manila, ASEAN dan AS sedang merancang ulang fondasi kerja sama yang telah berusia hampir setengah abad—sebuah kemitraan yang kini dituntut lebih konkret dan lebih berdampak.
Sugiono membuka pertemuan dengan menyampaikan pandangan Indonesia yang langsung menyentuh inti persoalan. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi global yang terus berubah dan penuh ketegangan, yang paling dibutuhkan bukan sekadar pernyataan niat, melainkan kemitraan yang benar-benar saling menguatkan.
“Di tengah ketidakpastian global, yang dibutuhkan adalah kemitraan yang saling menguatkan. ASEAN siap menjadi mitra yang konsisten untuk memperkuat keamanan, menjaga stabilitas maritim, dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujar Sugiono dalam forum tersebut.
Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Dunia tengah menghadapi tekanan berlapis: persaingan geopolitik yang memanas, gangguan rantai pasok global, hingga ancaman keamanan siber yang kian canggih. ASEAN, dengan posisinya yang strategis di jantung Indo-Pasifik, merasa perlu menegaskan perannya sebagai jangkar stabilitas kawasan.
Kemitraan antara ASEAN dan Amerika Serikat sendiri bukan hubungan yang baru lahir. Keduanya telah menjalin relasi resmi sejak 1977—dan pada 2027, kemitraan itu akan genap berusia 50 tahun. Sebuah tonggak yang tidak hanya simbolis, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas hubungan.
Lebih dari sekadar usia, hubungan ini juga telah naik kelas. Sejak 2022, ASEAN dan AS resmi meningkatkan status hubungan mereka menjadi Comprehensive Strategic Partnership, menandai babak baru yang lebih ambisius dalam kolaborasi kedua pihak.
Dari sisi ekonomi, angka-angkanya berbicara sendiri. Amerika Serikat adalah mitra dagang dan sumber investasi asing terbesar kedua bagi ASEAN. Pada 2025, total perdagangan kedua pihak mencapai 552,8 miliar dolar AS, sementara investasi AS ke kawasan ini tercatat sebesar 28,56 miliar dolar AS. Angka yang tidak main-main, dan menjadi alasan kuat mengapa kerja sama ekonomi harus menjadi prioritas utama.
Sugiono dengan lugas merumuskan apa yang diinginkan ASEAN dari kemitraan ini. Bukan janji-janji manis yang menguap di udara, melainkan hal-hal konkret yang langsung dirasakan dunia usaha dan masyarakat luas.
“Prioritas kita jelas, yaitu perdagangan yang stabil dan dapat diprediksi, rantai pasok yang kuat, serta akses pasar yang semakin luas, khususnya di sektor komoditas dan manufaktur,” tegasnya.
Di era digital, kerja sama tidak bisa lagi hanya berhenti di pelabuhan dan gudang ekspor-impor. Sugiono juga menyoroti pentingnya memaksimalkan kolaborasi dengan U.S.-ASEAN Business Council (USABC) dan ASEAN–U.S. Center, terutama di sektor ekonomi digital yang pertumbuhannya tidak bisa lagi diabaikan.
Konektivitas digital memang semakin mempererat hubungan antarmasyarakat ASEAN dan AS. Namun kemajuan itu, menurut Sugiono, harus diimbangi dengan tanggung jawab membangun ekosistem digital yang aman.
“Kemajuan konektivitas digital harus diiringi dengan upaya membangun ruang digital yang aman dan terpercaya,” tandasnya.
Ancaman dari dunia maya pun turut masuk dalam agenda pembicaraan. Sugiono secara tegas menyatakan bahwa penipuan daring dan kejahatan siber lintas negara bukan lagi masalah satu negara saja. Ini adalah tantangan bersama yang memerlukan respons kolektif—sebuah sinyal bahwa ASEAN mendorong pembentukan kerangka kerja sama keamanan siber yang lebih terstruktur bersama AS.
Di luar soal ekonomi dan digital, Sugiono juga membawa suara Indonesia pada isu-isu kawasan dan global yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya multilateralisme dan kepatuhan konsisten terhadap hukum internasional sebagai landasan utama dalam mencegah konflik dan mengelola krisis.
Indonesia sekali lagi menegaskan dukungannya terhadap perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. Posisi ini bukan hal baru, tetapi penegasannya di forum bersama AS memberi bobot diplomatik tersendiri—menjadikan suara Indonesia bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral yang konsisten di panggung internasional.
Sugiono juga mendorong deeskalasi berbagai konflik yang tengah bergolak di penjuru dunia, melalui mekanisme dialog dan penyelesaian damai. Sebuah sikap yang mencerminkan prinsip politik luar negeri Indonesia: bebas aktif, tidak memihak blok mana pun, tetapi tidak pernah absen dari tanggung jawab menjaga perdamaian dunia.
Pertemuan Manila menjadi sinyal penting bahwa ASEAN—dengan Indonesia sebagai salah satu motor penggeraknya—tidak ingin menjadi penonton pasif di tengah turbulensi global. Blok ini ingin duduk di meja yang sama, berbicara dengan nada yang setara, dan membangun kemitraan yang menguntungkan semua pihak.
FAQ
Apa yang dibahas dalam ASEAN–US Post Ministerial Conference di Manila?
Pertemuan ini membahas penguatan kemitraan strategis ASEAN dan Amerika Serikat, mencakup kerja sama ekonomi, perdagangan, keamanan digital, stabilitas kawasan, serta isu global seperti konflik Palestina dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Seberapa besar nilai perdagangan dan investasi AS dengan ASEAN saat ini?
Pada 2025, total perdagangan ASEAN–AS mencapai 552,8 miliar dolar AS, dengan investasi Amerika Serikat ke kawasan ASEAN sebesar 28,56 miliar dolar AS, menjadikan AS mitra dagang dan investor asing terbesar kedua bagi ASEAN.
Apa posisi Indonesia terkait isu keamanan siber dalam forum ASEAN–AS?
Indonesia mendorong respons kolektif terhadap ancaman penipuan daring dan kejahatan siber lintas negara, sekaligus menekankan pentingnya membangun ruang digital yang aman dan terpercaya seiring pesatnya perkembangan konektivitas digital di kawasan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.