Summarize the post with AI

Dalam kerangka inilah TNI dikonsepsikan sebagai national safety belt, semacam sabuk pengaman nasional yang memastikan roda pemerintahan daerah dapat berputar tanpa hambatan.

Secara kuantitatif, hingga akhir 2025, pemerintah telah berhasil membangun sekitar 150 batalyon dari total target 514 batalyon yang disesuaikan dengan jumlah kabupaten di Indonesia. Artinya, masih ada sekitar 364 batalyon yang harus dibangun dalam waktu ke depan, sebuah pekerjaan rumah berskala besar yang membutuhkan komitmen anggaran dan sumber daya manusia yang tidak kecil.

Rencana ekspansi ini sejalan dengan langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menghidupkan kembali jabatan Kepala Staf Teritorial, sebuah posisi yang telah dihapus sejak Oktober 2001. Pada Maret 2026, Panglima mengangkat Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi untuk mengisi pos strategis tersebut, menandai kebangkitan kembali pendekatan teritorial dalam doktrin militer Indonesia.



Follow Widget