Dari sisi fisik, J-10 memiliki panjang 16,9 meter, rentang sayap 11,3 meter, tinggi 5,7 meter, dan luas sayap 45,5 meter persegi. Varian awal menggunakan radar pulse-doppler tipe 1473 yang dikembangkan oleh Institut ke-14 CETC—disebut sebagai radar praktis pertama yang berhasil di China. Varian J-10B ke atas sudah dilengkapi teknologi radar AESA atau PESA yang lebih canggih.
Pertanyaan kini menggantung: apakah Indonesia benar-benar akan melanjutkan proses akuisisi J-10C, atau kabar ini hanya desas-desus yang terlalu cepat melompat ke angka kontrak? Kemhan tampaknya memilih berhati-hati—tidak menolak, tapi juga tidak mengonfirmasi lebih jauh.
FAQ
Apakah Indonesia sudah resmi membeli jet tempur J-10C dari China? Tidak. Kementerian Pertahanan menegaskan tidak ada kontrak pengadaan 42 unit J-10C sebagaimana yang beredar di media sosial China. Hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani.
Apa itu pesawat Chengdu J-10C dan mengapa menjadi perhatian? Chengdu J-10C adalah varian terbaru dari jet tempur multiperan ringan buatan China yang kemampuannya setara F-16. Pesawat ini menjadi sorotan setelah terlibat dalam pertempuran udara antara Pakistan dan India di Kashmir.
Bagaimana posisi Indonesia soal tawaran jet J-10 dari China? Pemerintah Indonesia mengakui adanya tawaran, namun menyatakan masih dalam tahap awal evaluasi. Indonesia belum mengirim tim untuk penilaian teknis dan belum ada negosiasi lanjutan yang dilakukan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.