Ia juga menekankan bahwa Indonesia belum mengirimkan tim untuk melakukan evaluasi teknis, apalagi melanjutkan negosiasi lebih jauh. Artinya, proses masih jauh dari kata final.

Perhatian terhadap J-10C meningkat setelah jet ini terlibat dalam konflik nyata antara Pakistan dan India di Kashmir. Pertempuran udara tersebut menjadi semacam uji tempur langsung yang membuat komunitas pertahanan global—termasuk Indonesia—mencermati kapabilitas pesawat buatan China ini dengan lebih serius.

Chengdu J-10, yang dijuluki ‘Vigorous Dragon’, adalah pesawat tempur multiperan bermesin tunggal yang dikembangkan oleh Avic Chengdu Aircraft Co Ltd. Kemampuannya secara umum disandingkan dengan F-16 Amerika Serikat dan Saab Gripen dari Swedia.

Pengembangan J-10 dimulai pada 1988. Prototipe pertama mengudara pada 1996, dan produksi seri direncanakan mulai berjalan pada 2005. Sejak saat itu, berbagai varian telah lahir: J-10A, J-10AH, J-10S, J-10SH, J-10B, J-10C, hingga versi ekspor J-10CE.