Ratnawati tidak datang sekadar untuk menyerahkan bingkisan. Ia menyampaikan pesan yang lebih dalam kepada warga yang berkumpul. “Musibah ini adalah ujian yang datang tanpa kita duga. Kehadiran pemerintah di sini adalah tanggung jawab agar masyarakat tidak merasa sendiri,” ujarnya, merangkul warga dengan kata-kata yang hangat di tengah suasana duka.

Pernyataan itu bukan retorika semata. Bupati Ratnawati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendampingi proses pemulihan para korban hingga kondisi kehidupan mereka benar-benar kembali normal. Pendampingan, bukan sekadar kunjungan sekali lewat.

Di sisi lain, musibah ini juga menjadi pengingat keras bagi seluruh warga Sinjai akan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Bupati Ratnawati secara khusus mengingatkan agar masyarakat lebih teliti dalam memeriksa instalasi listrik dan memastikan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Imbauan itu menjadi semakin relevan mengingat kondisi cuaca yang tengah berada di masa peralihan. Perubahan cuaca ekstrem kerap menjadi faktor yang memperparah potensi kebakaran, baik karena sambaran petir, angin kencang, maupun kelalaian kecil yang dampaknya bisa sangat besar.

Dusun Karampuang sendiri merupakan salah satu wilayah pedesaan di Kecamatan Sinjai Barat yang akses jalannya mengandalkan rute pegunungan. Fakta bahwa Bupati beserta jajaran dinasnya turun langsung ke lokasi dalam waktu singkat setelah kejadian menjadi sinyal bahwa respons cepat pemerintah daerah tidak hanya berlaku untuk wilayah perkotaan.



Follow Widget