Summarize the post with AI
Sementara itu, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menegaskan bahwa Kemlu melalui KBRI Tokyo telah menerima laporan mengenai ancaman tsunami pascagempa dan langsung mengintensifkan komunikasi dengan komunitas WNI di Prefektur Aomori dan Iwate. WNI di ketiga prefektur terdampak diminta terus memperbarui informasi terkait perkembangan peringatan tsunami dan patuh pada arahan otoritas lokal.
Badan Meteorologi Jepang mencatat gempa terjadi pada pukul 16.53 waktu setempat dengan intensitas 5 atas dalam skala gempa Jepang yang berjenjang tujuh. Getaran bahkan terasa hingga sebagian wilayah Tokyo. Gelombang tsunami diperkirakan dapat mencapai ketinggian tiga meter, dan di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, tsunami setinggi 80 sentimeter telah teramati.
Lebih dari 156 ribu warga di lima prefektur diperintahkan mengungsi menyusul peringatan tersebut. Badan Meteorologi Jepang juga memperingatkan bahwa gempa susulan dengan kekuatan serupa, bahkan berpotensi lebih besar, masih mungkin terjadi dalam sepekan ke depan.
KBRI Tokyo membuka layanan darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi. Warga yang terdampak dapat menghubungi hotline di nomor +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.