Summarize the post with AI

Ia mengingatkan bahwa pemicu awal ketegangan adalah blokade AS di perairan Laut Oman di depan Selat Hormuz. “Masyarakat dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, sudah muak dengan manuver Trump yang pernyataannya berubah dari waktu ke waktu,” ujarnya. “Iran hanya mengikuti irama, tidak melanjutkan serangan ofensif.”

Tehran Pamer Militer, Tolak Klaim Nuklir Trump

Eskalasi tidak berhenti di laut. Akun resmi militer Iran merilis video yang menampilkan serangan rudal menghantam target yang ditentukan — sinyal bahwa Teheran menyiagakan persenjataannya menghadapi ancaman dari Israel maupun AS. Iran juga membantah klaim Washington bahwa sebagian besar rudal mereka telah berhasil dihancurkan, dan menegaskan peluncur rudal mereka masih diarahkan ke kapal-kapal perang Amerika di kawasan Timur Tengah.

Di front diplomatik, Iran menolak mentah-mentah pernyataan Trump yang mengklaim Teheran bersedia menyerahkan program nuklirnya. Ketua Parlemen Iran, Muhammad Bager Galiff, menyebut klaim itu “salah besar.” Juru bicara Kemenlu Iran, Ismail Bage, menegaskan hak pengayaan uranium adalah hak yang tidak dapat digugat dan tidak akan pernah dikompromikan.

Iran diperkirakan kini menguasai sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga kadar 60 persen — mendekati ambang 90 persen yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir. Cadangan itu dilaporkan tersimpan di bawah situs nuklir Isfahan yang sebagian hancur akibat serangan udara AS pada 2025.

Ketegangan di jalur pelayaran paling strategis di dunia ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda — dan setiap pergerakan kapal di Selat Hormuz kini ditonton dunia.



Follow Widget