JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini. Untuk pertama kalinya, seorang tokoh Tionghoa Muslim ditunjuk sebagai bagian dari tim Amirul Haj—pemimpin delegasi haji Indonesia di Arab Saudi. Pengusaha Jusuf Hamka, yang akrab dipanggil Babah Alun, resmi bergabung dalam tim Amirul Haj musim haji 2026, menandai babak baru inklusivitas dalam penyelenggaraan ibadah haji nasional.
Penunjukan ini bukan sekadar simbolis. Dalam kapasitasnya, Babah Alun turut mengemban misi diplomasi sekaligus pengawasan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Sebuah tanggung jawab besar yang selama ini belum pernah diemban oleh tokoh dari komunitas Tionghoa Muslim.
Babah Alun tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi ruang bagi etnis Tionghoa Muslim untuk ambil bagian dalam urusan kenegaraan sebesar ini. Baginya, kesempatan yang setara adalah kunci kemajuan bangsa.
“Ini baru pertama kali di zaman pemerintahan Pak Prabowo, teman-teman Tionghoa diberi kesempatan jadi Amirul Haj. Jadi keberagaman ke depan makin cerah dan Indonesia makin menjanjikan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan, Indonesia hanya bisa maju dan sejahtera jika semua pihak, tanpa memandang latar belakang etnis, diberi kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi negara. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna di tengah lanskap keberagaman Indonesia.
Sementara itu, di Makkah, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak telah lebih dahulu tiba di Tanah Suci. Ia melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram bersama Wakil Menteri Pertahanan Doni Ermanto dan Wakil Menteri Perhubungan Suntana.
Rangkaian ibadah umrah wajib dijalani dengan khidmat. Diawali dengan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan salat sunah dua rakaat, kemudian doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan di hadapan Ka’bah. Setelahnya, rombongan melakukan sa’i antara Shafa dan Marwa, sebelum mengakhiri ibadah dengan tahalul—mencukur rambut sebagai syarat wajib haji.
Dahnil sempat ditanya wartawan Kompas TV mengenai doa yang ia panjatkan saat tawaf. Dengan tenang, ia menjawab bahwa doa terbesar yang ia mohonkan adalah kesuksesan penyelenggaraan haji 2026—agar seluruh jemaah bisa menjalani ibadah dengan lancar, aman, nyaman, dan mabrur.
“Kekuatan doa itu kunci. Saya meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar misi haji kita 2026 bisa lancar, nyaman, aman, sukses, mabrur, dan memberikan transformasi untuk Indonesia,” ucap Dahnil.
Di sisi lain, persiapan menuju puncak haji terus dimatangkan. Sekitar sepekan sebelum wukuf di Padang Arafah, para petugas haji Indonesia sudah bergerak cepat mengecek kesiapan seluruh fasilitas. Tenda-tenda di Arafah diperiksa satu per satu, termasuk kelengkapan pendingin udara, kipas angin di luar ruangan, hingga toilet khusus bagi jemaah berkebutuhan khusus.
Keamanan di sekitar kawasan Arafah pun diperketat secara signifikan. Kendaraan yang hendak melintas di area tersebut diwajibkan memiliki izin resmi atau tasreh. Petugas juga menggelar simulasi pengecekan jalur kerja, termasuk menelusuri rute menuju Maktab 87 di Arafah melalui jalur kaki.
Puncak haji—yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, hingga lempar jumrah di Jamarat—adalah momen paling sakral sekaligus paling menantang secara logistik. Kesiapan teknis dan koordinasi antar petugas menjadi kunci agar jutaan jemaah dapat menjalaninya dengan selamat.
Di Madinah, suasana berbeda namun tak kalah mengharukan tengah berlangsung. Jemaah haji khusus dari Patuna Travel menjalani wisata religi di sekitar kawasan Masjid Nabawi. Dipandu pembimbing ibadah haji dan mutawaf berpengalaman, mereka diajak mengenal lebih dekat situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan Islam.
Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain masjid-masjid peninggalan sahabat Rasulullah SAW serta makam para syuhada. Jemaah laki-laki mendapat kesempatan istimewa untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW dan mengunjungi pemakaman Baqi—tempat peristirahatan terakhir para sahabat dan keluarga Nabi.
Wisata religi semacam ini bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah napak tilas sejarah, pendalaman iman, dan pengingat akan jejak panjang peradaban Islam yang berpusat di dua kota suci. Bagi jemaah, setiap langkah di tanah Madinah menyimpan makna yang melampaui kata-kata.
Haji 2026 menjadi cermin nyata dari dua hal sekaligus: kematangan pengelolaan ibadah haji Indonesia dan semangat inklusivitas yang terus tumbuh. Dari penunjukan Babah Alun sebagai Amirul Haj hingga kesiapan fasilitas di Arafah—semuanya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan pengalaman haji yang bermartabat bagi seluruh jemaah Indonesia.
FAQ
Siapa Jusuf Hamka dan apa perannya dalam haji 2026? Jusuf Hamka, dikenal sebagai Babah Alun, adalah pengusaha Tionghoa Muslim yang ditunjuk sebagai bagian dari tim Amirul Haj Indonesia pada musim haji 2026. Ini merupakan pertama kalinya tokoh dari etnis Tionghoa Muslim mengemban jabatan tersebut di era pemerintahan Presiden Prabowo.
Apa saja persiapan yang dilakukan jelang puncak haji di Arafah? Petugas haji Indonesia telah menyiapkan fasilitas tenda lengkap dengan pendingin udara, kipas angin, dan toilet khusus jemaah berkebutuhan khusus. Pengamanan di kawasan Arafah juga diperketat, dengan kendaraan diwajibkan memiliki izin resmi untuk melintas.
Apa yang dilakukan jemaah haji khusus Patuna Travel di Madinah? Jemaah haji khusus Patuna Travel mengikuti wisata religi di sekitar Masjid Nabawi, mengunjungi masjid-masjid peninggalan sahabat Rasulullah serta pemakaman Baqi. Jemaah laki-laki berkesempatan berziarah langsung ke makam Rasulullah SAW.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.