Muhammad Fathi mengingatkan bahwa sinyal haus dari tubuh sejatinya bukan penanda awal. Ketika rasa haus itu muncul, dehidrasi ringan sebenarnya sudah mulai terjadi. Artinya, menunggu haus baru minum sama saja dengan membiarkan tubuh masuk ke fase kekurangan cairan lebih dulu.
Solusi yang dianjurkan bukan minum banyak sekaligus, melainkan minum sedikit namun rutin. Petugas kesehatan merekomendasikan teknik sederhana: dua teguk setiap sepuluh menit. Pola ini dinilai lebih efektif karena tubuh memiliki kapasitas penyerapan cairan yang terbatas dalam satu waktu.
Minum dalam jumlah besar sekaligus justru kontraproduktif. Kelebihan cairan yang masuk terlalu cepat akan segera dibuang melalui urine, sehingga manfaat hidrasinya tidak optimal. Sebaliknya, pola dua teguk per sepuluh menit memberi waktu tubuh menyerap cairan secara lebih efisien.
Membawa botol minum ke mana pun pergi menjadi kunci agar akses terhadap air selalu tersedia. Kebiasaan kecil ini memastikan jemaah tidak bergantung pada ketersediaan air di titik-titik tertentu, yang kerap penuh sesak dan menyita waktu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.