Summarize the post with AI

MADINAH, PUNGGAWANEWS — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahapan paling menentukan. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan seluruh kesiapan operasional menyusul kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada 22 April 2025.

Wakil Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Kepala Staf Teknis Haji, Budi Agung, menegaskan bahwa seluruh komponen layanan—mulai dari akomodasi, penyediaan konsumsi, hingga armada transportasi—telah berada dalam kondisi siap beroperasi penuh. Untuk memperkuat kesiapan di lapangan, sebanyak 682 petugas PPIH yang diberangkatkan dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja Madinah dan pos bandara guna memastikan proses penerimaan jemaah berjalan tertib dan lancar.

Tahun ini, embarkasi Jakarta-Garuda kembali masuk dalam skema fast track, mekanisme yang memungkinkan proses pemeriksaan keimigrasian diselesaikan sebelum keberangkatan dari Indonesia. Konsekuensinya, prosedur kedatangan di bandara Arab Saudi akan berlangsung jauh lebih singkat dibanding skema konvensional.

“Karena skema fast track, di bandara kami hanya menyambut sekilas. Sambutan resmi yang lebih besar akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Daker Madinah.

Kloter pertama dijadwalkan menyentuh landas pacu Jeddah pada pukul 00.45 waktu setempat. Dalam sambutan resmi nanti, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI direncanakan hadir langsung menyambut kedatangan perdana tersebut di Madinah.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus musim haji tahun ini adalah pengelolaan pergerakan jemaah dari pesawat menuju bus antarkota. PPIH menggandeng Nusuk Marhaban dan Syarikah Duyuf Al-Bait untuk mengatur alur mobilisasi secara sistematis.

Budi menjelaskan bahwa perpindahan jemaah dari area kedatangan ke armada bus akan diatur berdasarkan satuan regu dan rombongan. Pola ini dirancang agar keutuhan kelompok tetap terjaga, mulai dari naik bus hingga proses pembagian kamar di hotel tujuan.

“Ini kunci ketertiban,” tegasnya.

Sementara itu, urusan bagasi ditangani oleh Syarikah SBS yang telah disiagakan untuk menjamin keamanan barang bawaan jemaah hingga sampai di penginapan. Berdasarkan estimasi waktu tempuh, perjalanan dari bandara Jeddah menuju hotel di Madinah memakan waktu sekitar enam jam. Dengan asumsi pendaratan pukul 00.45, jemaah diperkirakan tiba di penginapan sekitar pukul 06.50 pagi waktu setempat—tanpa transit, langsung menuju hotel yang telah dikontrak PPIH di kawasan Madinah.

Di Kota Nabi, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama delapan hingga sembilan hari. Selama periode itu, layanan konsumsi disiapkan maksimal sebanyak 27 kali makan. Usai masa Arbain, jemaah secara bertahap akan dipindahkan ke Makkah untuk memasuki rangkaian puncak ibadah haji.



Follow Widget