Koordinasi lintas sektor yang berjalan baik dan semangat gotong royong menjadi fondasi penyelenggaraan Jamnas yang dinilai sukses. Ini bukan prestasi satu pihak, melainkan hasil kolaborasi yang melibatkan banyak tangan dan banyak hati.

Di penghujung pidatonya, Budi Waseso menggambarkan para peserta sebagai wajah Indonesia hari ini sekaligus harapan Indonesia di masa depan. Ia melukiskan sosok Pramuka ideal: mereka yang ketika melihat masalah tidak mundur, melainkan berkata “saya akan mencari solusinya.” Mereka yang ketika lingkungan rusak, bergerak untuk memperbaikinya. Mereka yang ketika masyarakat membutuhkan, hadir tanpa diminta.

Jambore Nasional XII resmi menjadi bagian dari sejarah gerakan kepramukaan Indonesia. Tapi lebih dari sekadar catatan sejarah, ia adalah titik berangkat. Ribuan Pramuka kini kembali ke daerah masing-masing, membawa semangat baru, wawasan yang bertambah, dan tanggung jawab yang lebih besar. Tugas mereka bukan berakhir di Wiladatika—justru di situlah segalanya dimulai.

FAQ

Kapan dan di mana Jambore Nasional XII Tahun 2026 diselenggarakan?

Jamnas XII berlangsung dari 14 hingga 20 Agustus 2026 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur.

Apa tema Jambore Nasional XII 2026 dan mengapa tema itu dipilih?

Temanya adalah “Berkarya, Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri Mendukung Swasembada Pangan.” Tema ini dipilih karena ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional, dan Gerakan Pramuka ingin mendorong generasi muda untuk turut berkontribusi dalam mewujudkannya.

Apa pesan utama yang disampaikan Ketua Kwarnas dalam penutupan Jamnas XII?

Budi Waseso mendorong seluruh peserta untuk pulang sebagai pelopor di daerah masing-masing—mempelajari potensi pangan lokal, menjaga lingkungan, dan membangun budaya produktif sejak dini sebagai wujud nyata cinta tanah air.



Follow Widget