Summarize the post with AI
MAKASSAR, PUNGGAWANEWS — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat seiring langkah militer Amerika Serikat yang menyiagakan sedikitnya 15 kapal perang untuk mendukung rencana blokade di perairan strategis Selat Hormuz. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan Iran di tengah konflik yang terus memanas.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa armada tersebut terdiri dari berbagai unsur kekuatan laut, termasuk kapal induk dan sejumlah kapal perusak, yang telah ditempatkan di wilayah operasi Komando Pusat AS (CENTCOM). Armada ini disiapkan untuk mengawasi sekaligus mengendalikan lalu lintas kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia.
Meski demikian, otoritas AS tidak merinci secara terbuka posisi pasti dari masing-masing kapal perang tersebut. Namun, keberadaan mereka dipastikan tersebar di sejumlah titik strategis di Timur Tengah guna memperkuat kesiapan operasi militer.
Beberapa kapal utama yang terlibat antara lain kapal induk USS Abraham Lincoln serta sejumlah kapal perusak seperti USS Bainbridge, USS Thomas Hudner, hingga USS Spruance. Selain itu, kelompok kapal serbu amfibi yang dipimpin USS Tripoli juga masuk dalam komposisi kekuatan yang disiagakan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.