Petugas di lapangan secara aktif mengimbau warga agar tidak nekat kembali ke rumah yang masih berisiko terendam. Imbauan ini bukan sekadar formalitas—banjir susulan bisa datang kapan saja, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat di hulu sungai yang mengaliri kawasan tersebut.
Kota Padang memang bukan kali pertama menghadapi ancaman banjir. Letak geografisnya yang diapit perbukitan dan berada di tepi pantai barat Sumatera menjadikannya rentan terhadap curah hujan tinggi yang kerap mengakibatkan luapan sungai. Penanganan jangka pendek seperti evakuasi dan pemberian bantuan tetap krusial, namun pertanyaan soal mitigasi jangka panjang—pengelolaan daerah aliran sungai, tata ruang, dan sistem drainase kota—akan terus menghantui setiap kali musim hujan datang.
Sementara situasi masih terus berkembang, warga Kota Padang yang terdampak berharap air segera surut dan mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. Bagi ratusan jiwa yang kini tidur beralas kasur darurat di mushalla dan tenda pengungsian, malam Minggu itu terasa panjang dan penuh ketidakpastian.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.