Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian dan menempatkan 250 personel untuk menjaga keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan pemiliknya. Langkah ini penting untuk mencegah aksi memanfaatkan situasi bencana, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga yang terpaksa mengungsi.
Posko kesehatan dan posko SAR pun didirikan di kawasan terdampak. Keberadaan fasilitas darurat ini memungkinkan penanganan medis berjalan lancar, termasuk pertolongan pertama bagi warga yang mengalami luka ringan, hipotermia, atau masalah kesehatan akibat terlalu lama terpapar air banjir.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan. Anak-anak dan warga lanjut usia mendapat prioritas dalam pelayanan kesehatan maupun distribusi bantuan. Pakaian bersih disalurkan kepada anak-anak dan warga yang pakaiannya basah akibat terendam banjir—kebutuhan sederhana namun mendesak di situasi seperti ini.
Penanganan bencana kali ini melibatkan ekosistem yang cukup luas: BNPB, BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat setempat. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam memastikan respons yang cepat dan menyeluruh di tengah keterbatasan waktu.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat bahwa hingga pukul 03.34 WIB Minggu dini hari, genangan masih bertahan di sejumlah permukiman. Proses pendataan dan evakuasi lanjutan terus dilakukan menyesuaikan dinamika situasi di lapangan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.