Anthony optimistis, jika strategi penguatan kelas menengah ini dijalankan secara konsisten, target 8 persen bukan sekadar bisa dicapai — tetapi akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih inklusif dan tahan terhadap guncangan global.
“Pertumbuhan ekonomi yang sejati bukan hanya soal angka, tetapi seberapa banyak pelaku usaha yang berhasil naik kelas. Kalau kita mampu menciptakan pengusaha menengah dalam jumlah besar, ekonomi Indonesia akan jauh lebih resilien menghadapi krisis,” pungkasnya.
FAQ :
Mengapa pengusaha kelas menengah penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen? Pengusaha kelas menengah berperan sebagai penghubung antara usaha mikro yang stagnan dan korporasi besar. Tanpa lapisan ini, struktur ekonomi menjadi timpang dan pertumbuhan sulit berkelanjutan. HIPMI menilai jutaan pengusaha yang naik kelas secara bertahap adalah motor utama yang diperlukan untuk mencapai target ambisius tersebut.
Apa peran HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional? Dengan jaringan lebih dari 100 ribu anggota, HIPMI diposisikan sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan pelaku usaha di lapangan. Organisasi ini mendorong akses pasar, pembiayaan berbasis komunitas, serta keterlibatan pengusaha muda di sektor-sektor strategis seperti hilirisasi dan ketahanan pangan.
Bagaimana cara mengatasi ketimpangan akses ekonomi bagi pengusaha di daerah? Menurut Anthony Leong, solusinya terletak pada konektivitas — menghubungkan pengusaha daerah ke rantai pasok industri nasional, membuka skema pembiayaan yang lebih inklusif, dan memastikan program pemerintah benar-benar menjangkau pelaku usaha di luar pusat-pusat ekonomi besar.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.