Ia merujuk visi Presiden Prabowo soal Indonesia Incorporated sebagai kerangka berpikir yang relevan. “Yang besar dan kuat harus merangkul, yang menengah dan kecil harus diperkuat, yang maju harus menarik yang tertinggal,” ujarnya mengutip arahan presiden. “Kita butuh ribuan bahkan jutaan pengusaha yang naik kelas dari kecil menjadi menengah, dan dari menengah menjadi besar.”

Sistem, Bukan Seremonial

Anthony, yang juga maju sebagai calon Ketua Umum HIPMI, menolak pendekatan program simbolis. Ia menawarkan tiga pilar berbasis sistem sebagai solusi konkret.

Pertama, membuka akses pasar melalui business matching dan integrasi ke rantai pasok industri nasional. Kedua, memperluas pembiayaan lewat skema kurasi dan pola berbasis komunitas. Ketiga, mendorong keterlibatan pengusaha muda di sektor-sektor strategis seperti hilirisasi, ketahanan pangan, energi, dan industri manufaktur.

“Masalah utama pengusaha kita bukan soal kemampuan, melainkan soal akses — akses ke pasar, pembiayaan, dan ekosistem bisnis yang lebih luas. Di sinilah HIPMI harus hadir sebagai jembatan penetrasi dan advokasi,” tegasnya.



Follow Widget