Indonesia merupakan negara dengan kuota haji terbesar di dunia. Tahun ini, total kuota yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia mencapai ratusan ribu jemaah, menjadikan pengelolaan keberangkatan dan kedatangan sebagai operasi logistik skala besar yang melibatkan ribuan petugas dari berbagai instansi.

Kemenhaj bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan berbagai kementerian terkait terus berkoordinasi untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang layak sejak dari embarkasi hingga tiba di Tanah Suci. Pemantauan dilakukan secara real-time, termasuk kondisi kesehatan jemaah yang menjadi perhatian utama mengingat cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem pada musim haji.

Suhu di Makkah dan sekitarnya pada musim haji kerap mencapai 40 derajat Celsius atau lebih, sehingga jemaah—terutama yang berusia lanjut—diwajibkan menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas kesehatan yang disiagakan di setiap sektor pemondokan.

Dengan lebih dari separuh total jemaah yang ditargetkan sudah berada di Arab Saudi, puncak ibadah haji pada 9 Dzulhijjah di Padang Arafah kian mendekat. Seluruh jemaah diharapkan telah berada di posisi masing-masing dan dalam kondisi prima saat wukuf—rukun haji yang paling utama—berlangsung.